Jelajah #Wakatobi Bersembilan

NCODE Meeting

Wanita – HR Nutrifood Indonesia

Seusai corporate meeting bersama kantorku, aku bersama 8 orang teman (Ka Tya, Reni, Vero, Gloria, Yosea, Ka Fendy, Billy n Aldis) berpetualang ke salah satu pulau terpencil di Sulawesi, yes namanya Wakatobi! Sebenarnya Wakatobi itu singkatan 4 pulau besar : Wangi-wangi (Wanci-wanci), kaledupa, tomia n binangko. Kami menghabiskan 3hari 2 malam untuk eksplor Wangi-wangi πŸ™‚

DSC_1832

Peta Wakatobi (dari resto setempat)

Hari Pertama,

05.30 dari Surabaya (tempat corporate meeting kami diadakan) kami menuju Bandara Bau-Bau, kami transit dulu di Makasar! Apa makanan terkenalnya? Coto! Yes, akhirnya kami mencoba Coto, temen2 suka, sayangnya lidahku ga terlalu menikmati. Ada makanan yg namanya Gogos, terbuat dari ketan yg berisi daging kemudian dibungkus daun, kaya lemper, sukaa πŸ™‚ Bandara Makasar bersih dan besar, setelah berfoto foto dengan hiasan kapal pinisi besar dan aquarium yg ada dori n nemonya, akhirnya tibalah kita dipanggil naik pesawat. Yes, we are heading to Bau-Bau!

Perjalanan Surabaya – Makasar 90 menit ( beda waktu +1 jam)

Perjalanan Makasar – Bau Bau 45 – 60 menit (tidak ada beda waktu)

@Bandara Bau-Bau

@Bandara Bau-Bau

Setibanya di Bau-Bau kami berfoto di dekat landasan terbang, sampe diusir wakaka.. Bandaranya kecil dan cukup gersang, semoga taun depan bisa tambah maju, semangat !

Benteng di Bau - Bau

Benteng di Bau – Bau

Dari Bau-Bau, kami dijemput tim Hogarista Tour untuk ke pelabuhan khusus sekitar 3 jam dr bandara. Ternyata kami ada di pulau Buton πŸ™‚ biasanya cm denger namanya. Kami belajar bahwa gelar ‘La Ode’ adalah gelar untuk bangsawan laki laki dan ‘Wa Ode’ untuk perempuan, keren!

Perjalanan dari Bau-Bau kami tempuh dengan speed boat sekitar 3 jam, sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan langit biru dan awan putih, air laut yang biru dan ada ikan terbang ya ampun, keren nyaa.. Berfoto bersama di kapal dan tidur di kapal, bangun terus foto lagi haha ga pernah bosan sama orang2 seru ini πŸ˜€

Tiba di wangi-wangi, sudah gelap padahal jam 18.30 an, kami makan ikan bakar, ayam kecap dan kangkung, enaak (kalau kata bossku, lidahku perlu uji ulang, haha, tp rasanya itu enak) ..

Dari situ kami menuju Patuno Resort Wakatobi, ini spot tercinta kita selama di wakatobi! Ini foto-fotonya πŸ˜€ really recommended resort untuk istirahat, tidur2an, baca buku, bengong liat bintang, menikmati masa jomblo atau pacaran eh better honeymoon aja haha..

DSC_1899

View Dock Patuno Resort Wakatobi

DSC_1851

Mengejar mentari pagi

DSC_1887

Duduk dan minum es kelapa rasanya akan jadi PERFECT!

Hari kedua..

DSC_1971

“Lumba-lumba terima kasih”

Kami mulai dengan hunting dolphin.. Lumba – lumba nan kece sudah berenang cukup jauh mengejar ikan tuna buat sarapan πŸ˜€ .. Kami mencoba mendekat daaaan mereka seperti tahu bahwa kita menantikan mereka. Lumba lumba melompat di pinggiran kapal kami, “Terima kasih, lumba-lumba” pekik kami bersama sanking excitednya, entah tu lumba lumba ngerti bahasa kita apa engga..

Setelah itu, kembalilah kami ke resort untuk sarapan sebelum kami snorkeling.. Snorkle spot pertama adalah kapota ! Karangnya bagus dan banyak. Kami berhenti di tempat yg terlalu dangkal dan Aldis tak terduga mengenai karang api (ini setelah kita tanya sama beberapa penduduk), kakinya bentol merah kecil dan terasa panas, kami langsung bergegas mencari puskemas dan ada di dekat kantor pos serta lapangan merdeka. Aldis ke puskesmas hanya menggunakan celana renang, aku, ka tya n ka fendy yang belum sempat nyemplung, belum sadar sanking paniknya, hingga pas di puskesmas yang isinya ibu ibu smua, mereka tersenyum sipu semua haha.. Lucunyaa πŸ˜€ akhirnya terpaksa aku abadikan moment ini, happy nya, Aldis sembuuh setelah dapet resep dokter n olesin salepnya! Bahkan bs ikut happy snorkeling nya kitaa πŸ˜€

Resep terkena karang api dari dokter :Β Dexamethasone (obat makan n salepnya) sama CTM

DSC_2007

Snorkling

Kami snorkling juga di sombu dan waha, still in Wangi wangi, bagus juga, hanya perlu lihat lebih dalam untuk liat ikan ikan penuh warna, kata Vero ada ikan yg coraknya mirip tas LV nya Ka Tya, cool !

Malam tiba, perut udah nyanyi, genre nya keroncongan. Cari tempat seafood agak susah di wangi-wangi, menurut info tour guide kami, kapota lebih banyak seafood nya. Tp akhirnya kami bs makan cumi, udang, ikan, kangkung n capcay..Β  Harganya ga semurah di pangandaran haha tapi enaknya sambel tomat, cabai, bawang merah n cuka yang fresh dirajam bukan ditumbuk.. Enak banget ! Fresh n PedesΒ  – ya iya sambel..

Hari ketiga,

DSC_2075

Bersama Dedeh, anak dari suku bajo

Sebelum kami mengejar pesawat di Bandara Matohara, Wangi-Wangi, sekitar 20 menit dari resort, kami berpelesir menemui suku bajo dan souvenir. Suku Bajo adalah suku yang tinggal di laut (dulunya, petualang di laut hingga akhirnya singgah di pulau-pulau). Mereka welcome dengan wisatawan, kami dikasi tunjuk kerang yang ada si nemo dan anak kecil disana pun, salah satunya Dedeh, cukup mau berfoto bersama kami meski awalnya malu-malu.

Andai mereka menjual makanan atau souvenir, mgkn lebih oke lagi..

DSC_2085

Sentra Kerajinan Bajo

DSC_2089

Ibu Pengrajin Souvenir

Kami mencari souvenir di daerah sana dan menemukan souvenir dari barang recycle, tak sebanyak bali tapi murah!

Kami mau mencari kaos namun harganya lumayan Rp 115K dengan brand C59 dan bergambar wakatobi..

Pulang ke resort dan harus meninggalkan resort rasanya, ‘sakitnya tuh disini’. 9.40 kami tiba di matohara dan terbang pk 10.25, airport taxnya hanya rp 15K. Tidak besar namun cukup πŸ™‚ nampaknya hanya lion air group (include wings air) yang beroperasi disitu.

DSC_2102

Spot cantik di Bandara Matohara @ Kepulauan Wangi-Wangi

Aku menulis cerita ini di penerbangan sambil merenung, Indonesia adalah negeri kepulauan yang sangat amat kaya alamnya dan masyarakatnya. Pemberdayaan alam dan masyarakat akan menjadi kompilasi yang pas untuk mengembangkan ecotourism. Saat ini banyak NGO luar yang membantu ecotourism di Indonesia, apakah kita sebagai anak muda di Indonesia tergerak? πŸ™‚

Singgah di kendari dan ujung padang sebelum akhirnya terbang ke kota yang tidurnya malam, Jakarta!

Advertisements

2 responses to “Jelajah #Wakatobi Bersembilan

  1. You post interesting content here. Your website
    deserves much bigger audience. It can go viral if you give
    it initial boost, i know useful service that can help you,
    just type in google: svetsern traffic tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s