Bijak Mengelola Investasi

Bijak berinvestasi photo taken from: mashable.com

Bijak berinvestasi
photo taken from: mashable.com

Sharing saya kali ini merupakan kelanjutan dari sharing saya sebelumnya tentang Bijak Mengelola Keuangan. Investasi disini adalah menempatkan sejumlah dana di suatu tempat untuk tujuan tertentu. Mungkin temen- temen ingin mencari tahu, “sebaiknya saya  investasi dimana ya?”. Artikel ini akan membantu temen-temen menyimpulkan sendiri jawabannya !

Saya akan mempersingkat dalam 3 cara inti berinvestasi :

  1. Milikilah Tujuan Investasi

Saat mau berinvestasi pikirkanlah, untuk apa uang ini saya investasikan? Berapa lama lagi uang ini akan saya gunakan? Hal ini akan membantu kita untuk dapat melihat investasi apa yang sesuai.

Semisal :

Saya akan menikah sekitar 3 tahun lagi dan membayar biaya kuliah semesteran sekitar 5 bulan lagi. Tentu saja, penempatan uang  yang saya miliki untuk kedua kebutuhan tersebut saya pisahkan. Untuk pernikahan saya akan memilih investasi jangka menengah, mid risk, mid return dan uang untuk biaya semesteran saya akan saya tempatkan di investasi jangka pendek, low rik, low return  bahkan  no risk, no return yang penting aman. Kebayangkan kalau misalnya saya tempatkan biaya kuliah di tempat high risk  di tengah kondisi kayak begini, bahaya, bisa engga punya uang semesteran haha..

  1. Milikilah Dana Darurat

Nah, sebelum menempatkan uang kita untuk investasi, dan menjaga supaya kita ga bolak – balik ngambil uang investasi kita, pastikanlah kita memiliki dana darurat yang cukup di tabungan kita. Besarnya berapa? Biasanya orang bilang 3 kali pengeluaran bulanan. Nah, itung sendiri ya pengeluaran bulanannya berapa, mestinya pengeluaran ga lebih besar dari pemasukan ya dears!

  1. Risk VS Return

Menempatkan uang dimanapun pasti ada resikonya (risk) ya, semisal : biaya administrasi, dipengaruhi ekonomi. Namun menempatkan uang pasti ada pengembaliannya (return) juga ya, semisal : bunga, keuntungan. Nah dalam memilih investasi pun, pelajarilah hal tersebut ya ..

  1. Menabung

Bila menempatkan uang dalam tabungan, resikonya dikenakan pajak dan returnnya berupa  bunga. Saat mencari dimana akan menabung biasanya saya mempertimbangkan :

  1. Besar Bunga dan Pajaknya; semakin besar bunga dan semakin kecil biaya administrasinya semakin baik
  2. Akses ATM; Kalau uang ini aktif anda gunakan, baiknya cari yang mudah akses ATM nya, tapi kalau anda sengaja tidak menginginkan uang ini diambil-ambil, Akses ATM ga jadi soal ya
  3. Besar dan Terpercaya; hmm..maksud saya nabunglah di bank yang pasti-pasti aja dan kemungkinan untuk bangkrutnya kecil

2. Deposito

Nah, punya uang juta – juta? Daripada hanya di tabung mungkin bisa dipikirkan untuk berdeposito. Deposito itu menempatkan uang dengan nominal minimal .. (biasanya ditentukan bank, biasanya 8 juta keatas) untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu. Bisa ga ditarik? Bisa, tapi kalau ditarik sebelum jatuh tempo maka temen-temen ga akan dapet bunganya, gitu.. Jangka waktunya macem – macem : 1, 3, 6, 12 bulan mungkin ada yang lebih lama dari itu.

Risk        : Naik turun bunga & biaya administrasi

Return  : Bunga

Nah, lesson learn nih :

Jangka waktu deposito yang singkat memungkinkan kita untuk secara jangka waktu pendek mengambil uang kita sesuai kebutuhan sambil tetap mendapatkan hasil. Namun setiap masa deposito, bunga depositonya akan berubah sesuai kondisi dan penawaran bank, bisa naik or bisa turun.

Jangka waktu deposito yang panjang membuat kita  perlu menunggu waktu yang cukup lama untuk bisa mengambil uang kita namun bunga yang diikat pas pertama kali masa deposito akan berlangsung lama dan tidak terpengaruh kondisi ekonomi.

Semisal ya :

Saya menempatkan deposito jangka pendek (1 bulanan) kemudian di bulan kedua mau saya ambil ya bisa, saya masih mendapat bunga dari bulan pertama. Mau lanjutkan lagi depositonya, ya bisa dengan bunga yang bank tentukan, bisa naik bisa juga turun.

Saya menempatkan deposito jangka panjang (12  bulan) kemudian di bulan kedua mau saya ambil ya bisa, tapi saya tidak mendapatkan bunga apa – apa. Kemudian kondisi ekonomi memburuk, nah %bunga deposito saya tidak terpengaruh karena kan %bunga depositonya berlaku 12 bulan.

See? Jadi kalau mau penempatan deposito, diinget lagi aja tujuannya buat apa 🙂

3. Obligasi

Actually dari dulu pengen banget punya Obligasi tapi belum kesampaian. Obligasi contohnya ORI (Obligasi Ritel Indonesia) semacam surat yang bisa kita beli dan nantinya berbunga dengan jangka waktu tertentu. Mirip deposito tapi bunganya lebih tinggi (kalau ngga salah) tapi jangka waktunya harus sesuai yang dijanjikan pertama, sepertinya satu tahun. Naah the problem is : susah buat dapt ORI karena setiap bank dijatah dan biasanya cepet banget yang pada beli haha ..

4. Reksadana

Nah, doyan nih sama reksadana. Kita bahas singkatnya saja yaa, kalau mau lebih dalam monggo kunjungi blog guru saya : http://www.juruscuan.com/ bukunya best  seller semua !

Reksadana semacam mempercayakan sejumlah uang untuk dialokasikan oleh manajer investasi agar  dikelola dalam pasar saham atau pasar uang. Siapakah manajer investasi? Orang yang kamu percayakan untuk mengelola uang, baiknya yang sudah diawasi oleh OJK juga sih, so lebih aman ya buat kita.

Saat memilih reksadana coba perhatikan profil reksadana tersebut di waktu sebelumnya dan bandingkan dengan index pembanding biasanya IHSG atau LQ-45.

Lagi-lagi, saya sarankan untuk lihat kebutuhan anda, mau kapan uang itu dipakai? Coba cari reksadana yang sesuai. Kalau jangka waktunya kurang dari 5 tahun ditengah ekonomi yang lagi ga pasti kaya gini, mungkin jangan taruh di reksadana yang hampir mayoritasnya ditempatkan di pasar saham, baiknya ditempatkan di pasar uang juga.

Nah, saat ini saya menggunakan Panin Asset Management (tanpa berniat promosi). Saya senang karena bisa lihat profil reksadananya setiap  saat, saya tau untung rugi saya berapa karena ada virtual accoutnnya, walau kata orang kalo punya reksadana jangan sering-sering dilihat. Panin-am ini juga diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga uang kita dijamin LPS ya, maksimum 2M, haha Amiin in aje punya uang sampe M M gitu ^^.

Nah, ternyata tulisan saya sudah panjang bangeet.. Feel free to discuss ya J

So, temen – temen sudah bisa jawab sendiri untuk pertanyaan “sebaiknya saya investasi dimana ya?” kan? Tergantung tujuan temen-temen ya J

Happy investing !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s