#JKF2016 : Talkshow Bakat Bukan Takdir

Sabtu, 12 Maret 2016 

fotonya blur, bukan ga berbakat :p.. tapi ga bawa kamera, haha ..

Hari ini ikutan talkshow yang ada di event tahunan keempat, Jakarta Kids Festival. Talkshow kali ini membahas mengenai bakat anak, kedua penulis, Mas Bukik dan Mas Daus dengan pengalamannya memberikan sesi yang menarik. 

Apakah bakat itu bawaan? Diawal sesi, saya dengan yakin mengangguk.. Namun akhirnya saya tersenyum sendiri mendapati yang saya pikirkan adalah potensi dan bukan bakat. Bakat lebih merupakan  keahlian yang bisa dilatih, dilakukan oleh anak dengan happy dan hasilnya dihargai oleh orang lain. Jadi bakat bukan takdir, ya..

Kemudian muncul pertanyaan: bagaimana caranya agar saya bisa pahami bahwa itu bakatnya? Mas Bukik mencontohkan, bahwa anak yang suka menggambar belum tentu bakatnya menggambar hingga akhirnya misalnya memenangkan lomba atau hasilnya disukai banyak orang dan lainnya. Meskipun demikian ada juga bakat-bakat yang perlu secara jeli disadari, mungkin seperti bakat interpersonal, suka menolong orang, mudah berinteraksi dengan orang lain dan lainnya. More info nampaknya bisa baca bersama bukunya..

Kira-kira bagaimana cara mengembangkan bakat anak? Mas Bukik dan Mas Daus menyatakan bahwa usia 0-6th merupakan usia yang tepat untuk memberikan kesempatan bagi anak mengeksplorasi bakatnya. So, berikan beragam pilihan aktivitas yang menyenangkan untuk anak coba. Bermainpun dapat menjadi sarana untuk memahami bakat anak. Pada usia 7-12 tahun, fase belajar mendalam, anak perlu dibantu untuk menguasai bakatnya. Kadang kita hanya terjebak pada usia golden age 3-5th dan mengesampingkan tahap perkembangan lanjutan ini, padahal pada masa ini anak mulai mengembangkan konsep diri dan mengenali bakatnya.

Mengenali bakat akan membantu anak untuk mampu menentukan karirnya sendiri dengan lebih tepat di masa depan. 

Talkshow hari ini membuat saya semakin yakin bahwa menjadi orang tua bukanlah tugas yang mudah. Memahami kebutuhan anak bukan hanya secara fisik namun juga psikologis. Tidak hanya dengan intuisi namun juga dengan memperkaya diri melalui bacaan, diskusi dengan para ahli, mengikuti komunitas dan lainnya. Masa depan anak turut ditentukan oleh seberapa mau dan mampu orang tuanya menyediakan paparan positif bagi tumbuh kembang anak. 

Tadinya mau membeli buku bakat bukan takdir namun sayangnya bukunya hanya bisa preorder dan saya melewatkan preorder tersebut, sayang sekali. Kalau tidak salah buku tersebut memberikan gambaran bakat-bakat anak dan cara-cara nengetahui serta mengembangkannya. 

Sudah pasti, buku Bakat Bukan Takdir akan mengisi kumpulan buku saya. 

Selamat menjadi orang tua, pengajar, aunty, uncle maupun pemerhati anak yang mendidik!

Dapat kesempatan foto sama Mas Bukik, yeay! Thanks Ko Herman..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s