Berbagi Pandangan

Saya masih ingat ketika Mas Firman bicara, “Ran, kamu setuju ga, bahwa pada dasarnya setiap orang tidak bebas nilai?” Saya berpikir sebentar hingga menyadari benar, bahwa setiap orang pasti memiliki nilai yang dipercayainya dan dipegangnya menjadi landasan bagi dirinya untuk mengambil keputusan dan melangkah. 

Hari ini bersama dengan Mba Irene, cuti bersama, memperkaya diri dengan pengetahuan seputar pokok bahasan yang sedang erat dengan kita di hari-hari, yaitu tentang lgbt. Kami menghadiri sebuah seminar bertema “LGBT: Does Love Know No Limits?” di kegiatan Psychology Village 7. Pembicara hari ini adalah Pak Yakub B. Susabda, Ph.D (konselor) dan Ibu Henny E. Wirawan (psikolog dan psikoterapis).

Sesi hari ini sungguh menarik dan melalui blog ini ijinkan saya untuk membagikan (sharing) informasi dengan teman-teman..

Apa yang menyebabkan seseorang menjadi seorang lgbt?

Equifinality. Saya rasa kata equifinality menjadi kosakata yang tepat untuk menggambarkan penyebab lgbt. Equifinality adalah sebuah istilah yang menggambarkan konsep bahwa karakteristik-karakteristik atau pengalaman-pengalaman yang berbeda dapat memberikan hasil yang sama (Haugaard, 2008). Ibu Henny, secara garis besar menyatakan bahwa lgbt mungkin disebabkan oleh faktor biologis (gen, prenatal exposure to hormones, struktur – fungsi otak, dan urutan kelahiran) serta faktor lingkungan (pengalaman masa kecil, pola asuh orang tua, kekerasan seksual maupun kejadian kehidupan yang sulit lainnya). Belum ditemukan hasil riset yang menyatakan adanya single factor (faktor tunggal) yang menyebabkan seseorang menjadi lgbt. Hari ini saya diingatkan lagi untuk secara kritis membaca hasil penelitian, hehe.. metode penelitian oohh metode penelitian :).

 

Ibu Henny E. Wirawan, seoraang psikolog, psikoterapis dan ahli grafologi.

Ibu Henny E. Wirawan, seoraang psikolog, psikoterapis dan ahli grafologi.

 

Bapak Yakub B Susabda dalam UPH Psychovillage Seminar

Bapak Yakub B Susabda dalam UPH Psychovillage Seminar

Pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna, kita semua berdosa.. Jadi inget tulisannya Mr. Ernest ya 🙂 .. Yup sama halnya dengan ini. Jangan benci orangnya tapi tindakannya. Mungkin rekan yang mengalami lgbt atau deviasai lainnya yang ada di sekitar kita butuh bantuan, mungkin kita sendiri juga butuh bantuan.. Apabila kita sudah cukup kuat untuk menolong mereka, yuk tolong.. Bila tidak maka kita bisa memberikan referal atau merujuk pada ahli yang mampu menolong..

Dosen Psikologi saya, Ibu Lie Fun Fun, sering mengungkapkan hal ini ketika kita sedang menghadapi klien:

Milikilah hati yang luas dan pikiran yang dalam

Apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak bagi masa depan, dimana anak anda, anak saya, cucu anda, cucu saya akan hidup di masa yang akan datang.. legacy apa yang sekirannya mau kita tinggalkan untuk mereka? Ini sharing dari saya.. Saya yakin bahwa setiap orang tidak bebas nilai, demikian pula saya..

Proverbs @UPH

Ijinkan saya untuk berbagi kali ini.. Terima kasih

semua foto diambil menggunakan baymax kesayangan mba irene gracesiana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s